Tuesday, 15 August 2017

Analisis Teknikal Saham Gleitender Durchschnitt


Teknik Analisa Moving Average Saham (MA) Setelah Paham Soal Apa Itu Isitilah Analisa Teknikal Saham Moving Average Dan Lainnya. Selanjutnya kita belajar bagaimana mengetahui gleitende durchschnittliche suatu saham dengan menghitungnya sendiri melalui bantuan grafik yang kita buat sendiri. Pertama buatlah grafik, masih ingat ketika belajar Matematika di sekolah kan. Yang mana memiliki sumbu horizontale atau 8216X8217 dan juga sumbu vertikal atau 8216Y8217. Pada sumbu X diberikan nilai hari untuk menandakan grafik berdasarkan perubahan harinya, sedang pada sumbu Y untuk mengindikasikan perubahan harga dari saham. Seetteai contoh kita akan melakukan analisa teknikal gleitende durchschnittliche untuk 5 hari terachhir (MA-5), maka yang dilakukan penghitungan adalah harga sahamnya selama kurun waktu lima hari terakhir yang mana hari ini juga termasuk di dalamnya. Seelade diketahui berapa harga rata-rata di ditiap harinya dan juga haga closingnya, tinggal hubungkan dengan garis dari titik-titik tersebut, yakni pada titik harga rata2nya dan juga pada harga penutupannya. Dengan demikian maka akan terbentuklah dua pola kurva dari hasil kerja unda, yaitu kurva pola MA dan juga aktual. Terakhir, tinggal analisa dari bentuk kurva tersebut yang mana jika kurva harga penutupan mencapai kurva gleitend Durchschnitt yang bergerak dari bawah ke atas yang disertai dengan frequensi transaksi yang sangat tinggi maka hal demikian memberi tanda untuk membeli saham. Sedangkan jika sebaliknya yang terjadi, yang mana jika kurva harga penutupan atau aktualen mencapai kurva gleitender Durchschnitt (MA) dengan transaksi yang tinggi pula dari atas ke bawah, maka itulah tanda untuk segera melakukan penjualan saham. Demikian mengenai cara mengetahui dan menganalisa Bewegen Durchschnitt Saham di atas, dan dengan ini und a telah paham sebagian dari analisa teknikal. Tinggal kembangkan dengan memahami istilah lain dari analisa teknikal yang telah diulas sebelumnya. Mendalami Seluk Beluk Analisis Teknikal Membahas Soal analisa harga saham, sebenarnya analisis fundamental bukan satu-satunya alat analisis yang digunakan para investor dan analis Banyak orang Yang Menganut Metode Lain Yang Krankheit Analysis Teknikal Saham. Bagi mereka, jika dibandingkan dengan analisis fundamental, analisis teknikal dianggap lebih jitu untuk melahirkan rekomendasi investasi. Sebagian orang berpendapat bahwa analisis teknikal lebih sebagai seni ketimbang ilmu pengetahuan. Pada prinsipnya analisis teknikal merapakan metode analisis instrumene investasi yang menggunakan daten dataten historis mengenai perubahan harga saham maupun instrumen lainnya, volume dan beberapa indikator pasar yang lain untuk melahirkan rekomendasi keputusan investasi. Analisis ini bisa diterapkan pada bursa saham, pasar valuta asing, bursa komoditas atau pasar apapun yang pergerakan harga dagangannya dipegaruhi oleh permintaan dan penawaran. Perbedaan analisis fundamental dan teknikal Jika analisis fundamental lebih banyak menggunakan indikator-indikator perusahaan untuk melakukan analisa harga saham sebuah perusahaan, sebaliknya analisis teknikal saham maupun instrumen lainnya lebih banyak menggunakan Daten-Daten Pasar. Berhubung Daten-Daten Pasar Lazim Tersaji Dalam Bentuk Grafik (Diagramme), Maka Para Analis Teknikal Lebih Sering Menggeluti Grafik-Grafik Semacam Itu Daripada Laporan Keuangan Emiten. Itu sebabnya para penganut aliran ini sering mendapat julukan sebagai chartist. Dengan menggunakan Datendaten mengenai harga, pasokan serta permintaan di masa lalu, analisis teknikal saham bertujuan memprediksi bagaimana permintaan dan pasokan dimasa mendatang, serta menganalisa harga saham yang mungkin akan terbentuk karenanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan suatu tren atau pola yang berulang dari pergerakan harga saham dan kemudian dieksploitasi untuk mendapatkan kentungan. Para analis teknikal juga percaya bahwa proses perubahan harga saham yang disebabkan oleh adanya suatu informasi yang baru di pasar akan cenderung mengikuti suatu tren tertentu. Dengan Menyimpulkan Hal-Hal Tersebut, Analisis Teknikal Dipakai Untuk Mendasari Keputusan Kapan Harus Mengambil Untung (Profit Take), Mengurangi Kerzen (Schnittverlust), Mulai Melakukan Akumulasi Saham Atau Mulai Menahan Posisi (Warte Ampere). Analisis fundamental dan analisis teknikal, mana yang lebih baik Tingkat kesalahan analisis teknikal relatif lebih tinggi daripada analisis fundamental. Tapi, jika kita disziplin dan menggunakan werkzeug yang tepat, analisis teknikal saham bisa sama-sama kuat dengan analisa grundlegende saham. Pada Prinsipnya Adalah kaufen niedrigen Verkauf hoch, beli murah jual mahal. Analisa harga saham dan Volumen perdagangan adalah sarana utama dari analisis teknikal saham dan grafik adalah sarana untuk menampilkan Daten tersebut. Datenvolumen perdagangan akan digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi pasar dan akan membantu untuk memperkirakan tren harga selanjutnya. Perubahan harga saham baik kenaikan atau penurunan biasanya akan berkorelasi dengan kenaikan atau penurunan Volumen perdagangan. Penurunan Harga Dari Satu Pola Tertentu Yang Diikuti Oleh Volumen Penjualan Yang Sangat Tinggi, Umumnya Akan Diterjemahkan Bahwa Pasar (Saham) Akan Mengalami Bearish (Harganya Menurun). Analisis Teknikal Saham Lebih Banyak Menggunakan Daten-Daten Pasar. Oleh karena itu, para analis teknikal lebih suka memperhatikan pergerakan harga saham di bursa dibanding mengamati laporan keuangan atau membaca berita-berita koran yang berkaitan dengan emiten yang sedang diamati. Tugas mereka memang mengamati perubahan harga saham tersebut untuk mempelajari pola berpikir atau perilaku pihak-pihak lain yang terlibat di bursa. Dari analisa harga saham tersebutlah mereka lalu memprediksikan arah pergerakan harga saham tersebut melalui daten datums yang tersaji dalam bentuk grafilk (charts). Mengidentifikasikan suatu tren atau pola pergerakan harga saham yang berulang adalah tujuan utama dari pada analis teknikal, tentunya dengan harapan agar dapat menemukan sinyal untuk beli (kaufen), tahan (tahan) atau jual (verkaufen). Dalam melakukan analisis teknikal saham hanya ada beberapa data utama yang diperlukan, yaitu perubahan harga saham (atau instrumen lainnya) dan nilai transakasi. Para analis teknikal (chartist) memilah harga menjadi empat jenis Harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah dan harga penutupan Kita semua memahami, bahwa harga saham dapat naik dan turun secara cepat atau pun secara berangsur-angsur sehingga pada grafik akan terlihat membentuk beberapa puncak, lembah atau bisa juga mendatar (harga bergerak dalam kisaran sempit). Dalam upaya menganalisa harga saham dan mengidentifikasikan suatu tren perubahan harga saham, para chartist berpedoman pada dua asumsi penting. Pertama, harga bergerak pada tren tertentu dan kedua, tren ini akan terus berlangsung hingga terdapat suatu kejadian yang membuat tren akan berubah. Untuk memberikan gambaran mengenai cara bekerja para analis teknikal, berikut ini ada beberapa metode analisis teknikal saham yang paling umum digunakan dan mudah dipahami. Moving Average (MA) Moving Average (MA) atau rata-rata bergerak adalah salah satu dari sekian banyak metode analisa harga saham yang sering digunakan dalam analisis teknikal saham. Umzugsdurchschnitt (MA) adalah rata-rata harga saham selama periode waktu yang telah lalu dan kemudian diplot ke dalam grafik beserta harga saham aktual di pasar saat itu. MA yang berasal dari rata-rata harga saham selama lima hari perdagangan, contohnya, ditulis sebagai MA-5. MA yang berasl dari rata-rata harga selama 15 hari ditulis sebagai MA-15. Jadi gleitenden Durchschnitt menyatakan rata-rata harga saham tersebut akan dihitung lagi seiring dengan berjalannya waktu. Daten Harga Yang Digunakan Biasanya Adalah Harga Penutupan (Schlusskurs). Buatlah sebuah grafik bersumbu X (horizontal) dan Y (vertikal). Sumbu X melambangkan hari (tanggal) da sumbu Y melambangkan harga Kemudian hitunglah rata-rata harga saham selama 10 hari kebelakang, termasuk hari ini (MA-10). Hubungkanlah titik-titik dari harga rata-rata tersebut dalam garis MA. Bersamaan dengan itu, sambungkan pula titik-titik harga penutupan saham (harga aktual) setiap harinya pada grafik yang sama sampai jangka waktu yang Anda kehendaki. Lama-lama akan terbentuk 2 buah kurva yaitu kurva MA dan kurva aktual. Cara menganalisanya adalah jika kurva änderung menembus kurva MA dari bawah ke atas dengan volumen perdagangan yang cukup tinggi, hal tersebut memberi sinyal saat yang tepat untuk membeli saham. Sebaliknya jika kurva aktual manembus kurva MA dengan Volumen perdagangan tingg dari atas ke bawah, hal tersebut memberi sinyal untuk jual. Pergerakan harga saham berupa kenaikan harga diikuti dengan volumen perdagangan yang tinggi ditafsirkan sebagai sinyal pasar akan membaik (bullish). Sedangkan Perubahan Harga Berupa Penurunan Harga Yang Diikuti Volumen Perdagangan Yang Tinggi Ditafsirkan Sebagai Sinyal Pasar Akan Memburuk (bearish). Double Top Dan Double Bottom Metode analisa teknikal saham berikutnya adalah metode doppeltes top dan double bottom. Double Top, Pola Ini Terbentuk Ketika Ada Perubahan Harga Saham Berupa Kenaikan Sampai Pada Ebene Tertentu, Lalu Turun Dan Kemudian Naik Lagi (Dengan Volumen Perdagangan Lebih Kecil) Menyamai Ebene Harga Tertinggi Sebelumnya Dan Kemudian Menurun Lagi. Jika kejadian tersebut berulang sekali lagi, maka akan terbentuk kurva yang memiliki dua puncak kembar (seperti huruf M). Pola dari analisa harga saham ini menunjukan bahwa pasar telah dua kali gagal mencoba menembus batas harga atas (tertinggi) tersebut. Jika harga kemudian menurun sampai menembus tingkat harga terendah sebelumnya (sebelum puncak yang kedua), itu mengindikasikan tren pergerakan harga saham akan terus menurun. Pola doppelte Spitze ini memberikan sinyal untuk segera melakukan aksi jual. Kebalikan dari pola Doppelte Oberseite yaitu Pola doppelte Unterseite (seperti huruf W). Dengan logika yang sama, pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli karena diperkirakan harga akan terus meningkat. Dreieck Metode Analisa Teknikal Saham Dreieck (Pola Kurva Segitiga) Dibagi Menjadi Dua, Yaitu Aufsteigend Dreieck (segitiga menaik) dan Absteigend Dreieck (segitiga menurun). Absteigend Triangle terbentuk jika ada beberapa lembah yang sama rendah dengan beberapa puncak yang semakin menurun. Dengan kata lain, terjadi perubahan harga saham antara garis batas bawah yang horizontale dengan garis batas yang mempunyai kemiringan menurun. Jika harga menembus garis batas bawah disertai dengan peningkatan volumen perdagangan, ini memberi sinyal untuk melakukan aksi jual karena analisa harga saham tersebut diperkirakan harga akan terus menurun. Sementara Aufsteigend Dreieck terbentuk jika pergerakan harga saham mengikuti pola yang berkebalikan dengan Absteigend Dreieck. Pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli saham karena diperkirakan harga akan terus menaik Kopf amp Schulter Analisis teknikal saham Kopf amp Schulter memberikan sinyal untuk jual karena diperkirakan harga akan terus menurun. Garis leher (Ausschnitt) digambarkan dengan menarik garis lurus dari bagian paling bawah kedua bahu untuk mendapatkan suatu sinyal kapan aksi jual dilakukan. Jika dari analisa harga saham, pergerakan harga saham (bahu kanan) menembus garis leher dari atas ke bawah (piercing der Ausschnitt), inilah sinyal untuk segera menjual saham untuk mengurangi kerugian (schneiden verlust). Kopf amp Schulter dapat terjadi secara terbalik (Inverse Kopf amp Schulter), dua bahu dan kepala mengarah kebawah. Garis leher terbentuk dengan menarik garis lurus diatas kedua bahu Jika pola itu terbentuk dan kurva harga dibahu kedua (bahu kanan) menembus garis leher dari bawah keatas, maka itu adalah sinyal untuk beli karena ada kecenderungan perubahan harga saham di mana harga bakal terus naik. Bentuk dan ukuran Kopf amp Schulter maupun Inverse Kopf amp Schulter Ini dapat bervariasi, kurva ini bisa dalam jangka waktu yang pendek dan panjang, bisa mendatar atau memiliki kemiringan tertentu. Stützniveau Verstärker Widerstand Stufe Pada Analisa Teknikal Saham Stützniveau und Widerstand Ebene ini, Harga Dikatakan Berada Pada Stützniveau (SL) Jika Harga Tersebut Berada Pada Ebene Terendah Dan Pada Ebene Tersebut Pergerakan Harga Saham Berupa Penurunan Sangat Sukar Terjadi. Umumnya SL terbentuk setelah suatu saham mengalami kenaikan harga yang besar dan kemudian mengalami penurunan karena adanya aksi ambil untung (Gewinn nehmen) dari para Investor. Sementara, Harga Saham Dikatakan Berada Pada Widerstand Ebene (RL) Jika Harga Berada Pada Ebene Tertinggi Dan Pada Ebene Tersebut Harga Sangat Sukar Untuk Naik. Sebuah RL cenderung akan terbentuk setelah suatu saham mengalami penurunan yang cukup signifikan dari harga sebelumnya. SL dan RL dapat diterjadi saat harga sedang dalam tren naik (aufwärts), mendatar (sideway) atau turun (abwärts). Untuk mendapatkan keuntungan Anda dapat menggunakan prinsip beli murah, jual mahal (kaufen niedrigen Verkauf hoch). Jadi, dengan analisa harga saham yang tepat, Anda harus membeli saham pada saat harga berada pada SL dan menjual saham pada saat harga diperkirakan berada pada RL. Tentu saja keuntungan yang diperoleh tidaklah bertahan lama. Makin Banyak Orang Mengetahui Adanya SL dan RL Pada Suatu Saham Dan Memanfaatkannya, Pola Ini Akan Hancur Dengan Sendirinya. Kunci dalam menggunakan metode analisa teknikal saham ini adalah kecepatan memperoleh informasi. Orang Yang Pertama Tahu Adanya SL Dan RL Inilah Yang Punya Potensi Cukup Besar Untuk Memetik Keuntungan, Sementara Yang Belakangan Hanya Kebagian Sisanya Saja, Atau Malah Rugi Karena Sebenarnya RL Dan SL-Nya Sudah Berubah Lagi. Para Ahli Meyakini Bahwa Jika SL Ditembus, Maka Biasanya SL tersebut akan menjadi RL Yang Baru. Beginen pula jika RL yang ditembus maka RL tersebut menjadi SL Yang Baru. Semakin besar Volumen perdagangan yang terjadi akan semakin memperkuat posisi SL dan RL yang terjadi. Demikianlah beberapa contoh metode analisa teknikal saham yang sederhana, masih banyak lagi metode lain yang menganalisa perubahan harga saham yang lebih rumit dengan banyak parameter yang disertakan. Umkeya para analis menggunakan beberapa metode sekaligus agar hasil analisa harga saham dan keputusan investasi yang diambil lebih akurat. Ada Banyak aplikasi komputer untuk menghitung rumus analisis teknikal saham yang semakin canggih, Anda hanya tinggal menginput datenbank harga saham yang Anda kehendaki dan beberapa metode berbentuk grafik pergerakan harga saham siap dianalisa. Moving Durchschnittliche atau pergerakan rata-rata adalah salah satu indikator yang paling sering digunakan Dalam analisis teknikal Konsepnya mudah saja, yakni hanya menambahkan seluruh harga penutupan pada periode tertentu dan kemudian membaginya dengan jumlah periode. Saya rasa und a sudah sangat paham bagaimana untuk mencari rata-rata kan Dilihat dari cara terbentuknya, maka gleitenden Durchschnitt ini termasuk dalam Trend nach Indikator karena selalu bergerak mengikuti tren harga yang ada. Jika Harga Bergerak Naik, Maka Lambat Laun gleitenden Durchschnitt Juga Akan Mengikuti. Semakin Kecil Periode Yang und ein Gunakan Dalam gleitenden Durchschnitt, Maka Semakin Sensitif Pada Pergerakan Harga. Verschieben von durchschnittlichen Yang Umumnya Sering Digunakan Oleh Para Investor atau Trader Adalah einfachen gleitenden Durchschnitt. Yakni hanya menambahkan seluruh harga penutupan pada periode tertentu dan kemudian membaginya dengan jumlah periode. Mungkin alasan penggunaannya adalah mudah untuk dihitung Namun Sekarang Terdapat Beberapa Perkembangan Dari gleitenden Durchschnitt, Beberapa Yang Sering erkranken Adalah gewichteten gleitenden Durchschnitt (WMA) dan exponentiellen gleitenden Durchschnitt (EMA). Gewichteter gleitender Durchschnitt Adalah gleitender Durchschnitt Yang Memberikan Pembobotan Lebih Pada Periode Yang Paling Terakhir Terjadi. Para Pengguna Indikator Ini Yakin Bahwa Harga Yang Terakhir Terjadi Adalah Harga Yang Paling Relevante Untuk Digunakan Dalam Memprediksi Pergerakan Berichutnya. Seutelai ilustrasi, jika und a akan membeli rumah tentu und a akan mengecek berapa harga terakhir dari rumah tipe idaman anda. Tentu yang und a akan cek adalah harga terachhir, semakin up to date semakin baik. Kalau anda ingin sinyal kaufen dan sinyal verkaufen yang lebih cepat, maka gunakanlah WMA. Selanjutnya ada juga exponentieller gleitender Durchschnitt. Exponentieller gleitender Durchschnitt ini hampir serupa dengan gewichteter gleitender Durchschnitt, Namun gleitender Durchschnitt ini memperhitungkan semua harga dari harga saham pertama kali diterbitkan. Kemudian diberi pembobotan dimana harga saham pada periode yang lama pembobotannya akan semakin kecil atau menurun secara eksponen. Kalau und a mau tahu rumus dari kedua gleitende durchschnittliche unik ini, silakan klik disini. Anda tidak perlu hafal rumusnya lo, kan Programm teknikal yang ada sudah menyediakannya dengan praktis. Tinggal klik semua beres Anda Hanya Perlu Tahu esensi Dari Ketiga gleitenden Durchschnitt tersebut. Jangan bingung mau pakai yang mana, itu semua tergantung und ein dan strategi handel unda. Pemilihan Periode Yang Tepat Pada gleitenden Durchschnitt akan Sangat Membran und ein Dalam Menentukan Tren Harga Dari Saham Tersebut. Jadi kalau und a sudah menemukannya maka tinggal ikuti saja trennya. Contohnya seperti ini: Hanya saja menggunakan metode seperti ini memeliki banyak kelemahan. Umzug durchschnittlich sangat jelek dalam mengidentifikasi tren yang sedang seitwärts. Umzug durchschnittlich cenderung banyak melakukan kesalahan dalam mengidentifikasi tren yang seitwärts. Berikut contohnya: Nah, saya ajarkan cara yang cukup efektif dalam mengidentifikasi tren menggunakan gleitenden Durchschnitt. Triknya simpel saja, gunakan dua gleitender Durchschnitt. Verschieben von durchschnittlichen Yang und ein gunakan harus berbeda periodenya, gleitende durchschnittliche Yang Satu Harus Lebih Panjang Dari gleitenden Durchschnitt Satunya Lagi. Sinyal kaufen ditunjukkan jika gleitenden Durchschnitt Yang Lebih Pendek Memotong Ke Atas gleitenden Durchschnitt Yang Lebih Panjang Atau Biasa Krankheit Dalam Jargon Teknikal Sebagai Golden Kreuz. Sinyal verkaufen Terjadi Jika gleitenden Durchschnitt Yang Lebih Pendek Memotong Ke Bawah gleitenden Durchschnitt Yang Lebih Panjang Atau Juga Krankheit Streikkreuz. Sistem Handel seperti ini sangat efektif mengeliminasi pergerakan seitwärts. Jadi anda tidak perlu bertrading jika sedang tren sedang seitwärts Saya sendiri menggunakan EMA sebagai andalan saya. Kenapa EMA Saya melihat bahwa EMA lebih 8220luwes8221 dalam mengikuti pergerakan harga saham sehingga lebih jarang terjadi sinyal yang salah (whipsaw). Ini hanya pendapat pribadi saya lo Jika und ein menemukan indikator yang lebih baik, jangan ragu untuk menggunakannya. Saya rasa ini salah satu metode terbaik dalam menentukan tren, dan sampai saat ini menggunakan dua gleitende durchschnitt masih menjadi senjata andalan saya dalam menentukan tren. Nah, Sekarang Yang Harus und ein Lakukan Adalah Menentukan Metode Yang Terbaik. Jika und ein menggunakan Programm analisis teknikal berbayar seperti Metastock, tentu und a dapat dengan mudah mencari periode mana yang terbaik. Mengenai Tipps dan trik Metastock akan saya bahas dalam waktu dekat. Jadi ditunggu saja. Selain menggunakan dua gleitenden Durchschnitt, ada satu lagi Trik dari gleitenden Durchschnitt Yang Sering saya gunakan. Namanya gleitenden durchschnittlichen Umschlag. Indikator ini juga cukup baik dalam menentukan tren harga Ditunggu ya Posting saya berikutnya. Good Luck. Moving Durchschnitt Karena Markt tampaknya lagi nggak bersahabat, Ausbesserung kita luangkan waktu kita untuk belajar sedikit daripada Stress mantengin harga saham terus. Kali ini saya akan Membranen mengenai gleitenden Durchschnitt, Salah Satu teknik dasar dalam analisis teknikal untuk mengetahui apakah harga sebuah saham peluangnya lebih besar untuk menguat, atau melemah. Ya ya Saya memang seorang analis fundamental, tapi tentu saja saya juga ngerti analisis teknikal meskipun cuma dikit-dikit hehe. Umzugsdurchschnitt, sesuai artinya berarti 8216rata-rata yang bergerak8217. Apa itu Sama saja seperti rata-rata Biasa, hanya diterapkan pada angka-angka yang berubah-ubah, sehingga rata-ratanya pun berubah-ubah (bergerak). Misalnya, Harga Penutupan Saham X Selama 5 Hari Perdagangan Terakhir (Satu Minggu) Adalah 1.000, 1.100, 1.150, 1.100, Dan 1200. Maka kita bisa menyebut bahwa rata-rata harga saham X selama seminggu adalah semua angka-angka tersebut dijumlahkan (1.000 1.100 1.150 1.100 1.200), lalu dibagi lima. Hasilnya adalah 1.110 Nah, Ketika misalnya harga saham X pada hari perdagangan berikutnya berubah menjadi 1.250, maka rata-ratanya pun berubah menjadi: harga yang baru itu dimasukkan ke dalam perhitungan untuk mengganti harga yang paling terakhir (1,250 dimasukkan dan 1.000 dikeluarkan), sehingga menjadi 1.100 1.150 1.100 1.200 1.250, lalu kembali dibagi lima, dan hasilnya 1,160. Dengan demikian, kita mendapatkan rata-ratanya telah bergerak, dari 1,110 menjadi 1,160. Dan betitu seterusnya, rata-ratanya selalu berubah-ubah mengikuti perubahan harga sahamnya, sehingga menjadi 8216rata-rata yang bergerak8217 atau gleitenden Durchschnitt. Verschieben des durchschnittlichen Ada tiga macam, yaitu Simple Moving Average (SMA), Weighted Moving Average (WMA), Dan Exponential Moving Average (EMA). Selain itu ada juga Kumulative Moving Average (CMA) dan Modified Moving Average (MMA). Cara yang diulas diatas adalah SMA atau rata-rata bergerak sederhana, dengan periode 5 hari. Lalu bagaimana cara menghitung WMA, EMA, dan seterusnya Saya tidak akan menjelaskannya disini karena perhitungan matematisnya lumayan memusingkan. Yang jelas, pergerakan WMA dan EMA lebih responsif terhadap pergerakan harga saham dibanding SMA. Tapi Pada Intinya Sih Ketiganya (Dan Juga Yang Lainnya) Sama Saja. Maka Disini Yang Akan Kita Bahas Hanya SMA Saja. Apa kegunaan SMA Dan bagaimana cara menggunakannya SMA sangat efektif untuk memprediksi pergerakan saham dalam jangka pendek, terutama jika tipe saham tersebut memang memiliki likuiditas yang baik dan fluktuasinya tajam namun wajar sehingga cocok untuk dianalisis dalam jangka pendek (contohnya MEDC). Cara Yang Biasa Saya Pakai Adalah Dengan Membandingkan SMA Berperiode Panjang. Dengan SMA berperiode pendek. Misalnya pada grafik pergerakan MEDC selama setahun terakhir, saya kenakan dua SMA yaitu SMA dengan periode 50 hari, dan SMA dengan periode 20 hari (angka tersebut saya pilih secara acak, yang penting satu angka lebih gede dari satunya lagi). Perhatikan gambar berikut, klik untuk memperbesar: 1. Garis biru menunjukkan grafik pergerakan saham MEDC selama setahun terachhir. 2. Garis merah menunjukkan SMA dengan periode lebih panjang yaitu 50 hari 3. Garis hijau menunjukkan SMA dengan periode lebih pendek yaitu 20 hari Nah, begini caranya, perhatikan bagian yang dilingkari: setiap kali garis hijau dan merah saling bersilangan dimana posisi garis merah menjadi diatas Garis hijau, maka MEDC berpeluang menguat Sebaliknya, Setiap kali garis hijau dan merah saling bersilangan dimana posisi garis merah menjadi dibawah garis hijau, maka MEDC berpeluang melemah. Perhatikan lingkaran Nr.1. Disitu tampak bahwa garis merah menjadi diatas garis hijau Dan ternyata Tak Lama Kemudian MEDC Menguat signifikan. Beberapa saat kemudian, giliran garis hijau yang terus bergerak naik sehingga akhirnya menyalip garis merah (lingkaran no.2). Saat itulah MEDC mulai bergerak turun Tak berselang lama kemudian, garis merah kembali menyalip garis hijau (lingkaran no.3), dan saat itulah MEDC kembali naik meski sempat naik turun terlebih dahulu. Dan seterusnya SMA efektif untuk memprediksi waktu yang tepat untuk kaufen, dan waktu yang tepat untuk verkaufen (yaitu ketika und ein mengetahui bahwa saham yang und ein pegang akan naik atau turun secara signifikan). Artinya, setiap kali und ein melihat dua garis merah dan hijau ini saling bersilangan, maka saat itulah unda harus siap-siap untuk masuk atau keluar. Namun, SMA tidak selalu mampu memprediksi terjadinya kenaikan atau penurunan. Contohnya, perhatikan lingkaran Nr. 6. Disitu tampak bahwa garis merah menjadi dibawah garis hijau, yang berarti MEDC akan bergerak melemah. Dan itu memang benar, MEDC melemah tak lama kemudian Akan tetapi, MEDC langsung bergerak naik secara pesat tak lama setela melemah tersebut, padahal garis merah tidak kembali bersilangan dengan garis hijau dan masih berada dibawah garis hijau. Ini menunjukkan bahwa pengamatan terhadap SMA saja belum cukup untuk menentukan apakah harga sebuah saham akan naik atau turun. Selain itu, SMA hanya efektif untuk digunakan pada saham yang memang cocoknya dianalisis untuk jangka pendek. Pada Beberapa Saham Yang Hanya Cocok Dianalisis Untuk Jangka Panjang, Penggunaan SMA Ini Kurang Efektif, Malah Kadang-Kadang Keliru. Saya terbiasa menggunakan SMA ini hanya sebagai alat bantu Untuk lebih menguatkan prediksi saya mengenai apakah harga sebuah saham akan naik atau turun Misalnya, dengan pertimbangan analisis fundamental dan psikologis dan lain-lain, saya memprediksi bahwa saham X akan menguat dalam waktu dekat ini. Agar lebih yakin, saya lalu menggunakan SMA. Ternyata, Chart memang menunjukkan bahwa garis merah dan hijau saling bersilangan dimana garis merah menjadi diatas garis hijau (dan biasanya memang hampir selalu seperti itu Jarang terjadi saya memprediksi bahwa saham X akan naik namun SMA justru menunjukkan sebaliknya) Maka sayapun berkesimpulan: saham X akan Menguat dalam waktu dekat Bagaimana cara untuk melihat garis SMA ini Anda bisa melihatnya dengan mudah di Yahoo Finanzen. Ketika und Sedang Melihat Grafik Harga Sebuah Saham, Klik Menü 8216Technische Indikatoren8217 Yang Berada Diatas Grafik, Lalu Klik einfach gleitenden Durchschnitt, Pilih Berapa Periode Yang und ein Inginkan (Periode Standard-Nya Adalah 50), Lalu Klik ziehen. Anda bisa memasukkan sampai tiga garis SMA dengan tiga periode yang berbeda. Jika masih bingung, silahkan baca-baca lagi artikel lain di blog ini.

No comments:

Post a Comment